Doa Agar Tidak Malas, Disucikan Jiwa, Diberi Hati yang Khusyuk [1]
Doa ini bagus sekali untuk diamalkan berisi berlindung dari
sifat lemah dan malas, agar disucikan jiwa, dan agar diberi hati yang khusyuk.
Berikut doanya dari bahasan Riyadhus Sholihin karya Imam
Nawawi rahimahullah.
Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Ad-Da’awaaat (16. Kitab Kumpulan Doa), Bab 250. Keutamaan Doa
Hadits #1479
وَعَنْ
زَيْدٍ بْنِ أَرْقَم – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ –
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، يَقُوْلُ :(( اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ
مِنَ العَجْزِ وَالكَسَلِ ، والبُخْلِ والهَرَمِ ، وَعَذَابِ القَبْرِ ،
اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا ، وَزَكِّها أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا ،
أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا ، اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لا
يَنْفَعُ؛ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ ، وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ ؛ وَمِنْ
دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا )) .رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan:
‘ALLOHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL ‘AJZI WAL KASALI,
WAL BUKHLI WAL HAROMI, WA ‘ADZAABIL QOBRI.
ALLOHUMMA AATI NAFSII TAQWAAHAA,
WA ZAKKIHAA ANTA KHOIRU MAN ZAKKAHAA,
ANTA WALIYYUHAA WA MAWLAAHAA.
ALLOHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN ‘ILMIN LAA YANFA’,
WA MIN QOLBIN LAA YAKH-SYA’,
WA MIN NAFSIN LAA TASYBA’,
WA MIN DA’WATIN LAA YUSTAJAABU LAHAA’
(Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu
dari kelemahan, kemalasan, kekikiran, ketuaan—kepikunan–, dan siksa kubur. Ya
Allah, datangkanlah pada jiwaku ini ketakwaannya dan bersihkanlah ia. Engkaulah
sebaik-baik yang dapat membersihkannya, Engkaulah Pelindungnya dan Rabbnya. Ya
Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang
tidak khusyuk, nafsu yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan).”
(HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2722]
Faedah Hadits
Pertama: Diperintahkan untuk meminta perlindungan
dari ‘ajez (lemah), kasal (malas), bukhl (pelit), harom (kejelekan
di masa tua), dan siksa kubur.
‘Ajez adalah tidak adanya kemampuan untuk
melakukan kebaikan, sedangkan kasal adalah tidak ada atau
kurangnya motivasi untuk melakukan kebaikan padahal dalam keadaan mampu untuk
melakukannya. Demikian keterangan dari Imam Nawawi dalam Syarh Shahih
Muslim.
Kedua: Wajib tiap orang memperhatikan jiwanya
masing-masing, menyucikannya dari kotoran dengan menjalankan kewajiban dan
menjauhi setiap larangan.
Ketiga: Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang
menyucikan jiwa, menghasilkan khasy-yah (rasa takut) pada
Allah, hingga berpengaruh pada anggota tubuh lainnya.
Keempat: Hati yang khusyuk adalah hati yang takut dan
butuh ketika mengingat Allah, kemudian hati tersebut melembut, tenang, dan
tunduk pada Allah. Hati tersebut mendapatkan cahaya dari Allah, hingga bisa
membedakan kebenaran dan kebatilan.
Kelima: Hadits ini menunjukkan celaan pada dunia dan
celaan bagi jiwa yang tidak pernah puas.
Keenam: Baiknya setiap hamba menjauhi hal-hal yang membuat doanya sulit terkabul dengan memenuhi syarat-syarat terkabulnya doa yaitu:
(1) ikhlas,
(2) tidak tergesa-gesa,
(3) berdoa dalam kebaikan (bukan dalam kejelekan),
(4) yakin dan menghadirkan hati,
(5) mengonsumsi
makanan yang thayyib (halal).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar