KEBENARAN AKAN
MENJADI SUATU YANG ASING
Di zaman
sekarang ini, banyak sekali kaum Muslimin yang mengikuti dan meniru-niru orang
kafir dan tidak mau mempelajari agama Islam. Akibatnya, banyak sekali kaum
Muslimin yang tidak mengenal agama mereka sendiri. Bahkan ketika ada seseorang
yang menjalankan ibadah atau berpenampilan sesuai dengan tuntunan Rasûlullâh
Shallallahu ‘alaihi wa sallam , banyak orang yang mengaku Muslim yang mengejek
mereka, bahkan dengan lancang berani mengatakan bahwa orang tersebut adalah
orang yang sesat.
Sungguh benar
apa yang dikatakan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
بَدَأَ الإِسْلاَمُ
غَرِيْبًا وَسَيَعُوْدُ كَمَا بَدَأَ غَرِيْبًا فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ
Islam datang
dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana dia datang, maka
beruntunglah orang-orang yang asing tersebut.[10]
Di dalam
riwayat lain ketika Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya
tentang siapakah orang-orang asing tersebut, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda:
قَوْمٌ صَالِحُونَ
قَلِيلٌ فِي نَاسِ سَوْءٍ كَثِيرٍ، مَنْ يَعْصِيهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيعُهُمْ
Mereka adalah
orang-orang shalih yang jumlahnya sedikit di antara orang-orang buruk yang
jumlahnya banyak. Orang yang menyelisihi mereka lebih banyak daripada orang
yang menuruti mereka[11]
Sumber Referensi
(baca lebih lanjut) :
https://almanhaj.or.id/6531-jika-beragama-mengikuti-kebanyakan-orang.html