Rabu, 25 September 2024

Lebih Baik Berbeda Dengan Masyarakat Daripada Berbeda Dengan Nabi

 ............ Ketika aku ingin istiqomah di atas jalan ini, aku dapati diriku tampak terasing di tengah manusia pada waktu itu, lantaran jalan hidup mereka telah didominasi oleh adat-adat tertentu dan endapan-endapan bid’ah telah mengintervensinya.

Pikiranku maju-mundur, antara mengikuti Sunnah dengan resiko menyelisihi kebiasaan manusia, sehingga pasti akan muncul respon buruk sebagaimana dahulu terjadi terhadap orang-orang yang tidak sejalan dengan adat-istiadat, apalagi bila para pemegang adat-istiadat tersebut mengklaim apa yang mereka lakukan adalah Sunnah, sementara yang lain bukan, 

hanya saja, di balik kesulitan dan beban berat tersebut ada pahala besar, ataukah aku harus mengikuti mereka, maka akibatnya aku menyelisihi Sunnah dan generasi Salafus Shaleh, sehingga nantinya aku masuk ke dalam rangkaian biografi orang-orang yang sesat – aku berlindung kepada Allâh Azza wa Jalla dari hal itu – , 

aku pun mengikuti budaya yang berlaku, dan dianggap sebagai orang yang membaur dengan mereka, bukan orang yang menyelisihi mereka?!.

Namun, aku melihat bahwa adanya kesulitan akibat mengikuti Sunnah adalah keselamatan, dan orang-orang tidak akan dapat menyelamatkan aku sedikit pun dari siksa Allâh.

"Baca selengkapnya melalui link pada Referensi"

Referensi : https://almanhaj.or.id/9581-lebih-baik-berbeda-dengan-masyarakat-daripada-berbeda-dengan-nabi.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RUBRIK NMH

  PENYEMBUHAN DENGAN AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH  Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas  حفظه الله  Sumber repost:  https://almanha...